Page 444 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 444

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

                Triadic konsep (praktik, konsep, pemaknaan/pengalaman) atas ruang
            yang dimaksud Lefebvre (1991) dijelaskan sebagai berikut:
            a. Praktik Ruang (Spatial Practices)
                    Praktik ruang (spatial practices) merupakan dimensi keruangan
                yang mengacu pada aktivitas simultan atau keruangan konkret yang
                bisa  ditandai  dengan  interaksi  sosial.  Dalam  Lefebvre  (1991:  33),
                dijelaskan bahwa:
                    “Spatial practice ensures continuity and some degree of cohesion.
                    In terms of social space, and of each member of a given society’s
                    relationship  to  that  space,  this  cohesion  implies  a  guaranteed
                    level of competence and a specific level of performance.”
                    Konsep ini menunjuk pada dimensi material dari kegiatan sosial
                yang  dilakukan  oleh  pemustaka  digital  natives dan interaksinya.
                Klasifikasi spasial menekankan aspek aktivitas yang simultan. Secara
                konkret, praktik spasial merupakan jaringan interaksi dan komunikasi
                yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.
            b. Representasi Ruang (Representations of Space)
                    Representasi  ruang  (representations  of  space) artinya dalam
                dimensi ini suatu ruang dipahami sebagai sebuah konsep (konsepsi
                ruang). Lefebvre (1991: 33) menyebutkan bahwa:
                    “Representations  of  space,  which  are  tied  to  the  relations  of
                    production and to the ‘order’ which those relations impose, and
                    hence to knowledge, to signs, to codes, and to ‘frontal’ relations.”

                    Representasi  ruang  merujuk  pada  representasi  dalam  berbagai
                image dan konseptualisasi  sehingga sesuatu disebut sebagai ruang.
                Dalam hal ini, ruang yang mulanya merupakan arena diubah statusnya
                menjadi sarana, lalu sebagai sarana ruang menjadi suatu konstruksi
                pemikiran (gagasan) yang berlanjut pada suatu tindakan. Konstruksi
                memiliki  koherensi  dalam  upaya  kontrol  (mean  of  control) dan
                dominasi.  Ruang  sebagai  produk  sosial  meniscayakan  di  dalam
                dirinya terdapat konsepsi atas suatu keruangan. Konsepsi ini sengaja
                diciptakan  dengan  diproduksi  atau  direproduksi  sedemikian  rupa
                dengan tujuan tertentu.
            c. Ruang Representasi (Representational of Space)
                    Ruang representasi (representational space) sebagai pembalikan
                dari representasi ruang. Ruang representasi berisi dimensi simbolik
                (konsep  kognitif  yang  menghubungkan  simbol  dan  makna).  Ruang
                representasi  berkenaan  dengan  ruang  sebagai  pengalaman.  Ruang
                representasi memiliki karakter lived space, yang artinya pengalaman


            424           Praktik Pemaknaan Pemustaka Digital Natives Atas Ruang Perpustakaan
   439   440   441   442   443   444   445   446   447   448   449