Page 452 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 452

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            penggabungan ruang referensi dan ruang terbitan berkala, ruang komputer
            lantai  2  menjadi  satu  dengan  ruang  ETD,  maupun  ruang  baca  lantai  1
            menjadi ruang komputer. Ruang perpustakaan masa kini merupakan sebuah
            produk sosial  dari  berbagai  kekuatan  ideologi  yang  turut  mengontrol
            aktivitas yang berlangsung di dalam perpustakaan, sebagaimana Lefebvre
            (1991: 26) mengatakan bahwa setiap relasi sosial menciptakan ruangnya
            sendiri dan diproduksi menjadi alat pikiran dan tindakan untuk meraih dan
            menciptakan kontrol, dominasi, dan kekuasaan.
                Perpustakaan  UGM  berkembang  dari  waktu  ke  waktu.  Salah
            satu perkembangannya sangat dipengaruhi oleh dominasi dari kepala
            perpustakaan  yang  mengelolanya.  Kepala  Perpustakaan  UGM  sebagai
            penguasa tunggal telah mendominasi kekuasaan tertinggi di Perpustakaan
            UGM. Historisitas ruang dalam Lefebvre (1991) sebagai praktik produksi
            realitas, namun bentuk dan representasinya tidak dapat langsung dianggap
            sebagai kausalitas yang berimplikasi waktu dalam wujud peristiwa. Dalam
            hal  ini,  Kepala  Perpustakaan  UGM  menjadi  unsur  dominan  yang  lebih
            berkuasa,  karena  menyangkut  kapasitas  terkait  dengan  kebijakan  dan
            pengambilan keputusan di Perpustakaan UGM. Kekuasaan yang terbentuk
            oleh pengetahuan akhirnya dapat mengatur sekitar sehingga membenarkan
            sesuatu yang dibentuk oleh pihak dominan. Ruang secara sosial diproduksi
            menjadikan ruang sebagai sesuatu yang tidak sederhana, melainkan sesuatu
            yang kompleks dan selalu bertaut erat dengan persoalan kekuasaan. Hal yang
            penting dari Lefebvre ketika membahas representasi ruang, salah satunya
            adalah  tidak  lepas  dari  yang  namanya  histori  ruang  (history  of  space).
            Dari aspek historis, ruang Perpustakaan UGM mengalami perubahan dan
            perkembangan dari waktu ke waktu, baik desain maupun jenis ruangnya.
            Ruang perpustakaan mengalami transformasi yang semula berfokus pada
            koleksi saja, lalu bergeser pada  layanan  perpustakaan,  sampai  akhirnya
            saat  ini  berfokus  pada  produktivitas  dan  kreativitas  dari  pemustakanya.
            Faktor  kepemimpinan,  ideologi  yang  dibawa  pimpinan,  dan  siapa  yang
            memimpin menjadi berpengaruh dalam mengatur keberlangsungan fungsi
            dan jenis ruang di Perpustakaan UGM. Dalam artian berbeda pimpinan,
            maka akan berbeda pula sistem dan aturan yang diterapkan.



            Ruang Perpustakaan Sebagai “Ruang Paradoks”
            Regulasi yang Bias Mayoritas
                Paradoks yang ditemukan dalam penelitian ini bahwa Perpustakaan
            UGM  yang  ingin  memayungi  semua  kepentingan  dan  mengakomodasi
            kepentingan banyak pihak, namun ternyata “regulasinya bias mayoritas”.
            Hal ini adanya aturan yang ada tidak ditegakkan dengan baik oleh “aktor”

            432           Praktik Pemaknaan Pemustaka Digital Natives Atas Ruang Perpustakaan
   447   448   449   450   451   452   453   454   455   456   457