Page 451 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 451
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
kepentingan akreditasi Perpustakaan UGM yang harus memenuhi standar
akreditasi. Pengaturan ruang-ruang yang ada di Perpustakaan UGM akan
dipengaruhi juga oleh kepentingan terkait dengan akreditasi tersebut.
Aparatus yang ada di dalam ruang perpustakaan menentukan ruang tersebut
diatur. Akreditasi dan visibilitas institusi sangat berhubungan dengan
citra. Citra Perpustakaan UGM menjadi karakter yang dibangun untuk
memperoleh kesan, baik dari internal kampus sendiri maupun masyarakat
luas. Perpustakaan UGM membutuhkan “citra positif” untuk dapat
lebih diterima dan diyakini oleh masyarakat akademik, meskipun upaya
membangun citra tidak bisa dilakukan dengan instan dan serampangan
pada saat proses menjelang akreditasi saja, akan tetapi merupakan suatu
proses yang panjang. BAN-PT melakukan akreditasi pada program studi
sementara komponen perpustakaan merupakan bagian dari akreditasi.
Aspek yang dinilai ialah prasarana termasuk ruang perpustakaan. Adanya
persoalan akreditasi berarti ada kepentingan negara yang ikut mengatur.
McDonaldisasi Ruang Perpustakaan
Dari kajian mendalam diketahui bahwa telah terjadi prinsip
McDonaldisasi di embrio Perpustakaan UGM. Dalam tataran ini, bahwa
betapa industrialisasi telah terjadi dan diadopsi oleh Perpustakaan UGM.
Prinsip industri (kapitalisme) dengan logika restoran cepat saji digunakan
dalam memberikan layanan perpustakaan kepada pemustaka digital
natives. Artinya logika Mc Donaldisasi ternyata dipakai dan diadopsi
oleh Perpustakaan UGM dalam mengatur sebuah ruang perpustakaan.
Wujud dari gedung megah Perpustakaan UGM yang ada sekarang ternyata
dipengaruhi oleh “aktor” yang memimpin Perpustakaan UGM. Pimpinan
UGM mengkonsepkan untuk membangun sebuah perpustakaan bertaraf
internasional di lingkungan perguruan tinggi yang terpusat dan menjadi
jantung universitas.
1. Efisiensi - One Stop Service
2. Keterprediksian - Standarisasi
3. Kuantifikasi - Tidak Rasional
4. Teknologisasi - Dehumanisasi
Relasi Historis Faktor Pimpinan Perpustakaan UGM
Pesatnya perkembangan teknologi informasi yang semakin
berkembang dari waktu ke waktu, menunjukkan bahwa perpustakaan
dan teknologi juga memiliki relasi historis yang kuat. Lefebvre (1991)
menekankan dalam usahanya memahami ruang, yaitu menawarkan sudut
pandang baru dalam melihat ruang yang melibatkan historisitas. Selama
penelitian ini berlangsung, ada transformasi perubahan ruang, misalnya
Endang Fatmawati 431

