Page 66 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 66

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            dan juga  komunitas  internasional  sebagai  ruang keterhubungan  antara
            pelbagai pilihan seperti dialog, diplomasi, perang justru direduksi menjadi
            satu  pilihan  saja  yakni  perang.  Peristiwa  itu  menunjukkan  bahwa  salah
            satu akar masalah yang membuat persoalan-persoalan tersebut tidak dapat
            diselesaikan dengan cepat dan memuaskan bagi pihak-pihak yang bertikai
            adalah adanya represi yang dilakukan pihak berkuasa yang berakar pada
            tidak didasarkannya pada rasionalitas komunikatif.
                Pendekatan  yang  cenderung  koersif  merupakan  bentuk  komunikasi
            yang paling efektif dalam dunia politik, terutama menyangkut masalah-
            masalah sensitif negara. Pelarangan buku pada zaman orde baru misalnya
            merupakan contoh pendekatan koersif pada pengembangan secara bebas
            intelektual manusia.  Pengaturan informasi merupakan cara yang efektif
            untuk mengatur  perilaku  dalam  politik.  Mengenai  pelarangan  buku ini
            perpustakaan  melalui  undang  -undang  serah  simpan  karya  cetak  masih
            bisa menyelamatkan hasil pemikiran manusia bahkan memberi akses pada
            kalangan  tertentu seperti  misalnya  peneliti  sehingga  dengan  demikian
            perkembangan keilmuan tidak sangat terganggu dengan adanya kebijakan
            pelarangn buku tersebut.
                Pendekatan  koersif  pada  dasarnya  menyingkirkan  atau  meniadakan
            kemungkinan  komunikasi  dua arah yang akan mengarahkan  peserta
            komunikasi  kepada  saling  pengertian.  Dalam  pendekatan  koersif,  yang
            diutamakan adalah tujuan yang akan dicapai, dan tujuan itu pun tidak untuk
            kepentingan utama pihak yang lemah, tetapi selalu berhubungan dengan
            kepentingan pihak yang kuat. Komunikasi koersif adalah komunikasi yang
            bersifat rasional-bertujuan (zweckrational).
                Tindakan dikatakan bersifat rasional-bertujuan bila orientasi tindakan
            –diatur  demi  terpenuhinya  tujuan,  sarana  dan  hasil  sekunder.  Menurut
            Habermas, hubungan antara sarana dengan tujuan, tujuan dengan akibat-
            akibat sekunder, dan arti pentingnya tujuan yang berbeda-beda menentukan
            bobot rasional yang ditentukan  (Habermas,  1984).  Artinya,  apakah
            hubungan itu dibangun atas dasar rasionalitas  yang bebas dari paksaan
            dan manipulasi ataukah rasionalitas itu hanyalah suatu pembenaran atas
            kepentingan  dan ideologi  terselubung  dapat  kita  ketahui  dari  hubungan
            antara  sarana  dan  tujuan,  serta  tujuan  dan  akibat-akibat  yang tidak
            diperhitungkan dan pentingnya tujuan tersebut.
                Tindakan-rasional  bertujuan  ini  ditandai  dengan  benderangnya
            dominasi sarana atas tujuan dan proses mencapai tujuan tersebut, walau
            sering  tidak  disadari.  Ini  berarti  bahwa  instrumentalisasi  rasio  melulu
            fokus  pada  alat  atau  sarana  dengan  memperhitungkan  langkah-langkah
            efektif  untuk  menggapai  tujuan  tertentu  (Haryatmoko,  2010).  Di  sini
            jelas bahwa tindakan rasional-bertujuan  erat berkaitan dengan reduksi/

            46                          Reduksi Dunia Kehidupan menurut Jurgen Habermas
   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71