Page 70 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 70
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
mengenai pembedaan antara dunia kehidupan dan sistem, dua ranah
kehidupan sosial, masing-masing dengan aturan, kelembagaan, dan pola
perilaku yang berbeda namun keduanya merupakan tempat berlangsungnya
tindakan komunikatif dan instrumental (Finlayson, 2005: 51; bdk. Honneth
dan Joas, 1991: 4).
Pada tataran dunia kehidupan, proses integrasi sosial serta reproduksi
simbolik masyarakat merupakan hasil intensi dan orientasi nilai para aktor
sosial. Namun yang terjadi, tindakan sosial rutin berlangsung melampaui
intensi aktor maka tindakan sosial juga dapat dipandang pada tataran
sistem sebagai tindakan sosial yang bertautan melampaui keinginan dan
kesadaran para aktor sosial (Goode, 2005).
Pasangan konsep dunia kehidupan dan sistem mengkorelasikan
perbedaan, antara tindakan rasional tujuan dan tindakan rasional
komunikatif. Bagi Habermas konsep sistem secara implisit serupa dengan
tindakan rasional tujuan, karena masyarakat hanya dapat dialami sebagai
sistem dan dilihat dari perspektif orang ketiga, yang mana tindakan yang
orientasinya tercapainya tujuan, bebas dari keharusan pemahaman dan
penilaian etis, yakni untuk diperbaharui terus menerus secara komunikatif
dan sekurang-kurangnya lepas sebagian dari tindakan yang berorientasi
pada pemahaman. Hal ini memungkinkan pelembagaan sosial tindakan
rasionalitas tujuan demi sasaran secara umum, misalnya, pembentukan
subsistem yang dikendalikan media uang dan kuasa, demi ekonomi dan
administrasi yang rasional (Habermas, 1984).
B. Tindakan Komuniktif
Tindakan instrumental dicirikan oleh tindakan agen yang secara
individual melakukannya sebagai sarana untuk mewujudkan tujuan yang
diinginkan. Tindakan instrumental terdiri dari dua macam yaitu tujuan
tindakan ditentukan lebih dahulu tanpa tergantung pada cara realisasinya,
dan yang realisasinya melalui intervensi sebab musabab pada dunia
objektif. Tindakan komunikatif tidak memiliki kriteria ini karena tujuan
melekatnya - pengakuan dan penerimaan klaim validitas - tidak dapat
ditentukan secara bebas dari sarana perealisasian, tindak tutur dan bukan
sesuatu yang dimunculkan secara sebab musabab. Dalam tindakan
komunikatif kepatuhan saya didasarkan kepada penerimaan saya atas
alasan mengapa hal tersebut harus dipatuhi. Penerimaan atau pencapaian
konsensus tersebut bukan karena paksaan, melainkan hasil dari proses dua
arah antar partiipan.
Tindakan komunikatif menekankan fakta bahwa tindakan-tindakan
berorientasi tujuan dari berbagai individu dikoordinasikan secara sosial.
50 Reduksi Dunia Kehidupan menurut Jurgen Habermas

