Page 75 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 75
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
tempat integrasi sosial berlangsung.
Kolonisasi dunia kehidupan merujuk kepada suatu kompleks proses
historis dan sosial yang pada akhirnya membahayakan. Media uang dan
kekuasaan, memisahkan diri dari dunia kehidupan; ekonomi kapitalis dan
sistem administrasi lambat laun melepaskan diri dari ranah keluarga dan
budaya, dan kelembagaan ruang publik seperti misalnya media massa.
Jaringan tindakan instrumental yang semakin padat dan kompleks, lambat
laun merasuk dalam dunia kehidupan dan menyerap fungsi-fungsinya.
Keputusan strategis berada pada pasar dan dilakukan oleh para administrator
ahli. Ini yang disebut integrasi mekanis.
Transparansi dunia kehidupan secara berangsur-angsur menjadi kabur,
basis tindakan dan keputusan semakin jauh dari penelitian cermat publik
dan semakin tidak dapat dikendalikan secara demokratis. Ketika wewenang
dunia kehidupan semakin berkurang, keseluruhan yang disebut Habermas
sebagai “patologi sosial” muncul, yang mencakup tidak terbatas pada efek
negatif pasar pada ranah non pasar yang mereka koloni. Pada akhirnya
karena sistem benar-benar tergantung kepada dunia kehidupan, keseluruhan
proses menjadi penyebab dari instabilitas dan krisis di dalam sistem.
Kolonisasi adalah proses masyarakat sebagai sistem menyusup ke
dalam masyarakat sebagai dunia kehidupan. Ini dapat dianggap sebagai
konsekuensi dari semakin kompleksnya masyarakat dan masalah yang
ditimbulkan oleh organisasi dan stabilisasi masyarakat tersebut. Dari
perspektif sistem, tahap-tahap ini ditandai munculnya mekanisme sistem
baru dan tataran-tataran yang terkait dengannya. Masyarakat modern
mencapai tataran diferensi sistem di mana organisasi-organisasi yang
semakin otonom terhubung satu sama lain melalui media de-linguistifikasi.
Mekanisme sistemik ini -seperti uang- mengendalikan relasi sosial yang
tidak terkait lagi dengan norma dan nilai terutama pada subsistem tindakan
ekonomi dan administratif yang bersifat rasional bertujuan.
Meskipun sistem menempel dan tergantung kepada dunia kehidupan,
sistem cenderung melanggar batas, menggantikan, bahkan menghancurkan
dunia kehidupan. Kecenderungan sistem melakukan kolonisasi dunia
kehidupan mengarah ke kerapuhan yang lebih besar dan instabilitas.
Menurut Habermas, serangan yang terus menerus pada infrastruktur
komunikatif masyarakat semakin mengancam kompromi negara
kesejahteraan yang berlaku saat ini dalam kapitalisme lanjut. Serangan
tersebut memperalat ranah-ranah tindakan yang seharusnya terstruktur
secara komunikatif, ketika mereka melakukan fungsinya dalam reproduksi
kehidupan sosial. Lebih dalam ranah-ranah ini diserang oleh imperatif
sistemik, lebih besarlah ancaman keruntuhannya (Habermas, 1984).
Yohanes Sumaryanto 55

