Page 72 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 72

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            subjektif seseorang. Jadi, di dalam setiap dimensi tersebut ada kemungkinan
            untuk  mencapai  kesepakatan  tentang  klaim-klaim  yang  diperdebatkan
            dengan argumen dan wawasan tanpa harus menggunakan kekuatan lain
            kecuali rasio dan dasar untuk memperoleh pengakuan intersubjektif atas
            klaim klaim validitas yang dapat dikritik. Pada masing-masing dimensi
            terdapat sebuah media reflektif untuk menyelesaikan validitas klaim yaitu,
            cara argumentasi atau kritik yang memungkinkan kita mentematisasikan
            validitas klaim yang diperdebatkan dan mencoba membenarkan atau
            mengkritiknya. Rasionalitas yang sesuai dengan praktik komunikatif dalam
            kehidupan sehari-hari mengacu pada praktik-praktik argumentasi sebagai
            arena gugatan yang memungkinkan sinambungnya tindakan komunikatif
            dengan  cara  lain  ketika  ketidaksepakatan  tidak  lagi  dapat  diselesaikan
            dengan rutinitas sehari-hari namun tidak akan  diatasi dengan penggunaan
            paksaan strategis atau langsung (Habermas, 1984).

            C. Rasionalisasi Dunia Kehidupan
                Habermas berpendapat bahwa masyarakat dapat berkembang melalui
            rasionalisasi dunia kehidupan di mana isinya mengalami tantangan dan
            justifikasi yang semakin rasional (Edgar, 2006). Rasionalisasi terjadi pada
            praktik  sehari-hari  yang  hanya  dapat  diakses  dari  perspektif  tindakan
            dengan orientasi pemahaman (Habermas, 1984).
                Rasionalisasi dunia kehidupan memungkinkan terjadinya perubahan
            integrasi sosial ke media de-linguistifikasi, dengan demikian memisahkan
            dari  ranah-ranah  tindakan  yang  diorganisasi  secara  formal.  Objektivasi
            realitas,  integrasi  yang  diperantarai  media  de-linguistifikasi  kemudian
            bekerja ulang pada konteks-konteks tindakan komunikatif dan mengatur
            imperatif mereka sendiri melawan dunia kehidupan yang termarjinalkan.
            Menggunakan pembacaan seperti ini, netralisasi perilaku-perilaku etika di
            tempat kerja tidak berlaku per se sebagai tanda patologi sosial. Birokratisasi
            yang muncul ketika etika digantikan oleh hukum, merupakan indikasi dari
            pelembagaan medium (Habermas, 1987).
                Durkheim memberikan petunjuk penting, melalui kajiannya tentang
            bagaimana tumbuhnya “pembagian kerja” dikaitkan dengan bentuk-bentuk
            solidaritas sosial yang sedang berubah dan mengapa hal ini dalam zaman
            modern cenderung berujung pada gejala disintegrasi budaya. Dari pijakan awal
            ini Habermas berusaha merekonstruksi suatu pendekatan Marxis yang melacak
            bentuk patologis reproduksi simbolis, bukan pada rasionalisasi dunia kehidupan
            itu sendiri namun pada sejumlah kendala yang muncul dari proses reproduksi
            material.  Kunci  rekonstruksi  ini  adalah  pemisahan  antara  dunia  kehidupan
            dengan sistem, yang dia tampilkan sebagai pemisahan antara dua cara yang pada
            dasarnya berbeda untuk mendekati studi masyarakat (Habermas, 1984).


            52                          Reduksi Dunia Kehidupan menurut Jurgen Habermas
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77