Page 73 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 73

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

                Habermas mengusulkan agar kita mengkonsepkan masyarakat sebagai
            “sistem  yang  harus  memenuhi  sejumlah  syarat  dipertahankannya  dunia
            kehidupan sosio kultural” atau sebagai “mata rantai tindakan kelompok-
            kelompok yang dipadukan secara sosial dan distabilkan secara sistematis.”
            Kunci dari konstruksi dua tataran ini adalah objektivasi metodologis dunia
            kehidupan sebagai sistem yang mempertahankan batas (Habermas, 1984).
                Tak satupun sudut pandang di atas merupakan sudut pandang yang
            sebenarnya; masing-masing adalah respon terhadap sesuatu di dalam objek
            sosial,  di  suatu  kasus  merupakan  respon  terhadap  sifat  tindakan  sosial
            yang pada dasarnya simbolis, sedangkan di kasus lain merupakan respon
            terhadap fungsi-fungsi laten yang dipenuhinya. Perspektif dunia kehidupan
            memiliki  prioritas  tertentu,  karena  terkait  dengan  struktur  dasar  realitas
            yang diperantarai secara komunikatif dan secara konseptual mungkin bagi
            seluruh fungsi tindakan menjadi nyata, atau dapat dipersepsikan di dalam
            cakrawala dunia kehidupan. Sedangkan di sisi lain, proses  evolusi sosial
            itu  sendiri  meningkatkan  arti  penting  perspektif  sistem;  fungsi-fungsi
            reproduksi material semakin bergerak ke arah mekanisme (misalnya, pasar)
            yang dipisahkan dari dunia kehidupan dan memerlukan pendekatan kontra
            intuitif teori sistem.
                Habermas mengemukakan pandangannya tentang  evolusi sosial
            sebagai proses diferensiasi dua tataran. Di satu tataran, terjadi diferensiasi
            antara  dunia  kehidupan  dengan  aspek  sistem  masyarakat,  “pemisahan
            sistem dari dunia kehidupan.” Mekanisme integrasi fungsional semakin
            terlepas dari struktur-struktur dunia kehidupan yang bertanggung jawab
            terhadap  integrasi  sosial,  sampai  mereka  mengental  menjadi  subsistem
            kuasi-otonom dari aktivitas ekonomi dan administratif. Sementara di tataran
            lain, terdapat diferensiasi progresif di dalam dimensi dunia kehidupan dan
            sistem itu sendiri. Dimensi sistem berbentuk mekanisme sistemik yang baru
            saja muncul dan memungkinkan adanya tingkat kompleksitas sistem yang
            lebih tinggi dan meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengendalikan
            dirinya (Habermas, 1984).
                Rasionalitas  pandangan  dunia  tidak  diukur  berdasarkan  unsur
            semantik  atau  logis  namun  berdasarkan  konsep  dasar  formal  pragmatis
            yang mereka serahkan kepada individu dalam menafsirkan dunia mereka
            sendiri (Habermas,  1984). Gagasan tentang dunia kehidupan dikemukakan
            Habermas sebagai pelengkap penting pada konsep tindakan komunikatif.
            Syarat rasionalitas dapat dijelaskan sebagai syarat bagi konsensus rasional
            yang  dicapai  secara  komunikatif.  Komunikasi  linguistik  bertujuan
            mencapai pemahaman timbal balik tidak sekedar saling mempengaruhi;
            ia memenuhi pengandaian-pengandaian ucapan rasional atau rasionalitas
            dari  subyek yang bertindak  tutur  atau  bertindak.  Habermas  juga  telah

            Yohanes Sumaryanto                                             53
   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78