Page 155 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 155
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
ANALISIS WACANA KRITIS DALAM RISET
BIDANG ILMU PERPUSTAKAAN DAN
INFORMASI
1*
CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS IN LIS RESEARCH
Nina Mayesti
Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Bu-
daya, Universitas Indonesia, Depok, 16424, Indonesia
nina.mayesti@ui.ac.id
Abstrak
Analisis Wacana Kritis adalah salah satu metode yang cukup banyak digunakan
dalam kajian bidang ilmu sosial dan humaniora. Tulisan ini menguraikan konsep
dan metode Analisis Wacana Kritis serta contoh penerapannya dalam riset bidang
ilmu perpustakaan dan informasi. Uraian konsep mencakup pemikiran Foucault,
Fairclough, dan van Leeuwen serta perkembangan Analisis Wacana Kritis
Multimodal khususnya dalam analisis visual. Contoh penelitian menggunakan
metode ini adalah kajian terhadap film Indonesia yang menampilkan pustakawan.
Objek penelitian berjumlah 7 (tujuh) film Indonesia yang rilis setelah tahun
2000-an. Analisis Wacana Kritis dilakukan berdasarkan kerangka konsep van
Leeuwen mengenai representasi visual terhadap aktor sosial. Hasil penelitian
tersebut menunjukkan bahwa pustakawan direpresentasikan sebagai sang liyan
dan terdapat wacana peliyanan terhadap profesi pustakawan dalam film Indonesia
yang dikaji. Penggunaan metode Analisis Wacana Kritis dalam riset bidang ilmu
perpustakaan dan informasi memungkinkan kita untuk mengetahui wacana yang
berkembang dan mewakili cara pandang masyarakat mengenai perpustakaan dan
informasi.
Kata Kunci: analisis wacana kritis, multimodal, representasi pustakawan,
pustakawan dalam film
∗
1 Sebagian dari tulisan ini bersumber dari disertasi penulis yang berjudul Berkaca di
Layar Lebar: Wacana tentang Perpustakaan dalam Film Indonesia Era Milenium Ketiga,
Universitas Gadjah Mada, 2018.
Nina Mayesti 135

