Page 157 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 157

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

                Salah satu yang menjadi penekanan dalam konsep wacana Foucault
            adalah hubungan antara wacana dengan kuasa. Kuasa menurut Foucault
            bukanlah “kepemilikan”, tetapi dipraktikkan dalam suatu ruang lingkup
            dimana ada banyak posisi yang secara strategis berkaitan satu sama lain.
            Strategi kuasa berlangsung dimana-mana. Kuasa tidak datang dari luar, tetapi
            menentukan susunan, aturan-aturan, dan hubungan-hubungan dari dalam.
            Kekuasaan selalu terakumulasikan lewat pengetahuan, dan pengetahuan
            selalu punya efek kuasa. Penyelenggara kekuasaan selalu memproduksi
            pengetahuan  sebagai  basis  kekuasaannya.  Wacana  mengirimkan  dan
            memproduksi kuasa, menguatkannya namun sekaligus wacana juga dapat
            meruntuhkan dan membongkar kuasa, mengubahnya menjadi rapuh, dan
            menghalanginya (Mills, 2003).
                Melanjutkan pemikiran Foucault, konsep wacana yang lebih mutakhir
            dikemukakan  oleh  Norman Fairclough,  yang dikenal  dengan  konsep
            wacana  yang berkaitan  dengan sosial dan  budaya. Ia menghubungkan
            analisis teks dengan konteks sosial yang lebih luas. Fairclough memandang
            bahasa sebagai praktik kekuasaan. Menurutnya, bahasa adalah  bentuk
            tindakan yang memiliki hubungan dialektik dengan struktur sosial. Bahasa
            dibentuk dari relasi sosial dan konteks sosial tertentu (Fairclough, 1995).
                Dalam  bukunya  Discourse  and  Social  Change,  Fairclough  (1992)
            menyebutkan  bahwa  wacana  adalah  bentuk  dari  tindakan.  Seseorang
            menggunakan  bahasa  sebagai  sebuah tindakan  pada  dunia,  khususnya
            terhadap  satu  sama  lain,  sebagai  bentuk  representasi. Wacana  memiliki
            hubungan timbal balik dengan struktur sosial. Di satu sisi, wacana terbentuk
            dan dibuat oleh struktur sosial, dan di sisi lainnya wacana berkontribusi
            pada konstitusi dalam seluruh dimensi struktur sosial. Menurut Faiclough,
            terdapat  tiga  aspek  pengaruh  konstruktif  dari  wacana,  yaitu  wacana
            berkontribusi terhadap konstruksi identitas sosial dan posisi subjek; wacana
            membantu  mengkonstruksi  hubungan  sosial  dalam  masyarakat;  wacana
            berkontribusi  terhadap  konstruksi  sistem  pengetahuan  dan  kepercayaan.
            Ketiga  pengaruh  wacana  tersebut  berhubungan  dengan  tiga  fungsi  dari
            bahasa dan dimensi dari makna, yakni  fungsi identitas, relasional, dan
            ideasional dari bahasa.
                Analisis wacana adalah  salah satu metode  yang digunakan untuk
            menganalisis  berbagai  persoalan sosial dalam  kajian-kajian ilmu sosial
            dan  humaniora  (Udasmoro,  2018).  Namun,  analisis  wacana  dapat
            dipandang dari dua sisi, yaitu sebagai teori dan sebagai metode. Sebagai
            teori, analisis wacana menyediakan framework berpikir dan berperspektif
            dengan muatank onseptual dengan pemosisian tertentu dalam memandang
            persoalan dunia. Sebagai metode, analisis wacana memberikan cara dan
            teknik tertentu dalam pelaksanaan penelitiannya.

            Nina Mayesti                                                  137
   152   153   154   155   156   157   158   159   160   161   162