Page 156 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 156

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

                                         Abstract
            Critical  Discourse  Analysis  is  one  method  that  is  widely  used  in  the  social
            sciences and humanities studies. This paper describes the concepts and methods
            of Critical Discourse Analysis as well as examples of the application in library
            and information science research. The conceptual description includes Foucault,
            Fairclough,  and  van  Leeuwen’s  thoughts  and  the  development  of  Multimodal
            Critical Discourse Analysis especially in visual analysis. An example of research
            using this method is a study of Indonesian films featuring librarians. The research
            objects were 7 (seven) Indonesian films which were released after the 2000s. The
            method used to analyze the data source is the Critical Discourse Analysis using
            model from van Leuween that focuses on the visual representation of social actors.
            The results of the study indicate that librarians are represented as
            ‘The  Other”  and  there  are  discourse  about  the  profession  of  librarians  in
            Indonesian  films  studied.  The  use  of  Critical  Discourse  Analysis  method  in
            library and information science research enables us to know the discourse that is
            developing and represents the way people view the library and information.

            Keywords:  critical  discourse  analysis,  Multimodal  CDA,  librarian
            representation, librarian in movies

                                    I. PENDAHULUAN
                Dalam tulisannya  The  Archaelogy  of  Knowledge, Foucault
            menggunakan  istilah  “wacana”  untuk  merujuk  pada  “domain  umum
            sekelompok  pernyataan,  bisa berupa  pernyataan  individu  atau  sejumlah
            pernyataan praktik yang diatur, yang bermakna dan memberi pengaruh”
            (Mills,  2003:  53).  Menurut  Foucault,  realitas  (seperangkat  konstruk
            yang  dibentuk  melalui  wacana)  tidak  bisa  didefinisikan  jika  kita  tidak
            mempunyai akses pada pembentukan struktur diskursif. Struktur diskursif
            membuat objek atau peristiwa terlihat nyata. Struktur wacana dari realitas,
            tidaklah dilihat sebagai sistem yang abstrak dan tertutup. Pandangan kita
            tentang suatu objek dibentuk dalam batas-batas yang telah ditentukan oleh
            struktur diskursif, wacana dicirikan oleh batasan bidang dari objek, definisi
            dari  perspektif  yang  paling  dipercaya  dan  dipandang  benar.  Persepsi
            kita tentang suatu objek dibentuk dengan dibatasi oleh praktik diskursif
            (Foucault, 2012).
                Wacana  membatasi  bidang  pandangan  kita,  mengeluarkan  sesuatu
            yang  berbeda  dalam  batas-batas  yang  telah  ditentukan.  Ketika  aturan
            dari wacana  dibentuk,  pernyataan  kemudian  disesuaikan  dengan garis
            yang telah ditentukan. Pernyataan yang diterima dimasukkan, sekaligus
            menyingkirkan pandangan yang tak diterima tentang suatu objek. Objek
            bisa jadi tidak berubah, tetapi struktur diskursif yang dibuat menyebabkan
            objek tersebut menjadi berubah.


            136                 Analisis Wacana Kritis dalam Riset Bidang Ilmu Perpustakaan ...
   151   152   153   154   155   156   157   158   159   160   161