Page 162 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 162
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
(4) The common sense naturalistic coding orientation, yakni pengkodingan
yang dominan digunakan oleh masyarakat, tanpa dipengaruhi oleh
latar belakang pendidikan maupun kemampuan teknologinya.
Dengan kata lain, ini merupakan proses pengkodingan natural, tanpa
dipengaruhi oleh hasil pendidikan/pelatihan seseorang. Misalnya,
seseorang mungkin menggunakan abstract coding orientation ketika
mengunjungi museum (untuk melakukan penilaian secara serius/
akademis), namun menggunakan naturalistic coding orientation ini
ketika menonton tv atau membaca majalah.
Pada gambar bergerak, sepeti video dan film, analisis juga dapat
dilakukan terhadap elemen komposisi visual. Misalnya, babak dalam film
dapat membuat perubahan posisi/gerakan karakter yang bersifat dinamis.
Posisi kamera dapat menciptakan hubungan simbolik antara viewers dan apa
yang ditampilkan dalam gambar bergerak secara dinamis. Artinya, hal itu
dapat berubah di depan mata kita. Kamera dapat melakukan zoom in untuk
mengambil shot (pengambilan gambar) yang lebih dekat, zoom out untuk
shot yang lebih luas, juga dapat mengambil shot dari sudut tinggi maupun
rendah. Bahkan ketika kamera sedang tidak bergerak, partisipan/aktor dapat
bergerak mendekat atau menjauh dari kamera sambil diikuti oleh kamera. Hal
tersebut tentu dapat mengubah sudut pandang viewers terhadap partisipan/
aktor. Dengan kata lain, gambar bergerak dapat menampilkan hubungan
sosial sebagai suatu hubungan yang dinamis, fleksibel, dan dapat berubah.
Jarak dan sudut pengambilan gambar atau komposisi dinamis dapat
berlangsung dalam dua cara: (1) subject-initiated, aktor atau subjek yang
melakukan perubahan; (2) camera-initiated, pengambil gambarlah yang
melakukan perubahan. Dalam subject-initiated, teks visual memiliki posisi
netral, karena benar-benar hanya merekam adegan yang sedang berlangsung,
sedangkan dalam camera-initiated, si pengambil gambar (image-maker)
terang-terangan memposisikan viewers agar melihat ke arah objek yang
ingin ditampilkan/direpresentasikan.
Analisis terhadap elemen komposisi meliputi nilai informasi,
salience, dan framing. Nilai informasi memperhatikan penempatan
elemen yang mendukung nilai informasi khusus yang ingin ditambahkan
dalam gambar, seperti posisi di kiri/kanan, atas/bawah, pinggir/pusat.
Salience memperhatikan elemen yang dibuat untuk menarik perhatian
penonton dalam tingkatan yang berbeda, misalnya di bagian depan atau
latar belakang, perbandingan ukuran, warna, ketajaman gambar yang
ditampilkan. Framing memperhatikan elemen gambar yang ada atau absen
(presence and absence), yang terhubung atau terputus, yang menunjukkan
apa yang seharusnya atau tidak seharusnya tampil bersama.
142 Analisis Wacana Kritis dalam Riset Bidang Ilmu Perpustakaan ...

