Page 169 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 169

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            menghormati privasi pengguna dan melindungi data mereka, bertanggung
            jawab  agar  data  pengguna  dan  sumber  informasi  yang  mereka  akses
            tidak disebarluaskan. Kode etik pustakawan Indonesia yang dikeluarkan
            oleh Ikatan Pustakawan Indonesia juga mencantumkan dalam salah satu
            butirnya  mengenai  kewajiban  pustakawan  kepada  masyarakat,  yakni
            melindungi kerahasiaan dan privasi pengguna.
                Tokoh  pustakawan  dalam  film Adriana  diperankan  oleh  dua  orang
            perempuan  yang bertubuh sangat gemuk. Selain  menyiratkan  makna
            bahwa pekerjaan pustakawan cenderung tidak dinamis atau memerlukan
            banyak aktivitas fisik pelakunya, tubuh sangat gemuk juga menjadi simbol
            bahwa pustakawan adalah objek pelecehan atau bahan tertawaan, sekaligus
            sebagai objek yang patut dikasihani. Visualisasi tubuh gemuk dalam film ini
            bahkan perlu diperkuat dengan beberapa adegan yang tampak berlebihan.
                Pada babak pertama,  diperlihatkan  kedua tokoh utama laki-laki,
            Mamen  dan  Sobar  berada  dalam  lift  untuk  menuju  ke  perpustakaan.
            Kemudian pustakawan yang bertubuh gemuk masuk ke dalam lift tersebut,
            berdiri di antara Mamen dan Sobar, sehingga membuat mereka nampak
            terjepit hingga ke dinding lift. Penggambaran ini tentu berlebihan karena
            pada  kenyataannya  tidak  mungkin  dimensi  ruang  lift  terasa  sesak  atau
            tidak bisa menampung hanya 3 (tiga) orang di dalamnya. Pembuat film
            mungkin bermaksud menyelipkan adegan lelucon sebagai unsur komedi
            untuk menghibur penonton. Dalam film bergenre komedi, adegan lelucon
            tentu merupakan hal biasa. Namun tidak demikian dengan film Adriana
            yang bergenre drama remaja. Dari visualisasi adegan dalam film percintaan
            remaja  tersebut, tampak bahwa  pustakawan  didudukkan  menjadi  objek
            lelucon atau bahan tertawaan penonton.
                Adegan lain yang juga nampak berlebihan diperlihatkan pada babak
            lainnya. Pustakawan perempuan kedua diperlihatkan sedang keluar dari lift
            menuju perpustakaan. Di depan pintu lift berdiri Mamen dan Sobar yang
            akan  memasuki  lift  tersebut.  Pustakawan  itu  ternyata  membawa  keluar
            sebuah tabung pemadam  kebakaran yang berukuran cukup besar dan
            nampak berat. Ia menyeretnya dengan troli menuju perpustakaan. Adegan
            tersebut  juga  memperlihatkan  Mamen  dan Sobar yang terkejut  melihat
            kejadian yang nampak tak lazim itu. Mamen sampai terpana dengan mulut
            terbuka beberapa saat dan tanpa berkedip memandangi pustakawan itu.
            Lagi-lagi  selipan  unsur  komedi  dalam  film  ini  menjadikan  pustakawan
            sebagai bahan lelucon.
                Film Pupus menampilkan tokoh pustakawan laki-laki berusia paruh
            baya  yang  tampil  mengenakan  kemeja  safari  berwarna  cokelat  tua.
            Karakternya ramah dan nampak akrab dengan pengunjung perpustakaan.
            Namun peliyanan terhadap tokoh atau profesi pustakawan tetap nampak

            Nina Mayesti                                                  149
   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174