Page 329 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 329

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

                Ketiga,  dari  segi  sejarah  mutu  hasil  pendidikan elit bumiputera,
            sekolah  menengah  HBS  KW  III  ini  siswa-siswinya  banyak  digunakan
            sebagai pemegang posisi penting dalam pemerintah R.I. kabinet pertama,
            yang dibentuk setelah kemerdekaan, hingga kabinet pembangunan V (lihat
            lampiran 2). Banyak dari para siswa-siswi HBS KW III yang dipilih untuk
            duduk dalam Kabinet Presidentil yang dibentuk 2 hari setelah proklamasi
            kemerdekaan  R.I.  Berikut  adalah  daftar  nama  Kabinet  Presidentil  yang
            dibentuk  Presiden  R.I.  pertama  Soekarno,  setelah  mengumumkan
            kemerdekaan  R.I.  pada  tanggal  17  Agustus  1945.  Kabinet  Presidentil
            dimulai sejak 19 Agustus 1945 dan berakhir 14 November 1945.
                Sejumlah 7 (tujuh) orang bekas siswa-siswi H.B.S. K.W.III ini dipilih
            menjabat  sebagai  pertama,  wakil  presiden,  yaitu  Mohammad  Hatta.
            Kedua, A.A. Maramis diberi tanggungjawab memegang 2 jabatan menteri,
            yaitu sebagai menteri keuangan dan menteri negara. Ketiga,  menteri luar
            negeri  dipegang  oleh  Mr. Achmad  Soebardjo;  keempat,  menteri  dalam
            negeri dipegang oleh R.A.A. Wiranatakoesoemah; kelima,  wakil menteri
            penerangan  dipegang  oleh  Mr.  Ali  Sastroamidjojo.  Keenam,  menteri
            kehakiman, dipegang oleh Prof Mr. Soepomo. Terakhir ketujuh, menteri
            kemakmuran dipegang oleh Ir. Surachman Tjokroadisurjo. Jabatan sebagai
            menteri luar negeri dalam kabinet selanjutnya berturut-turut dipegang 5 kali
            oleh Haji Agoes Salim. Selain itu disebutkan dalam catatan kaki sumber
            tertulis tersebut bahwa wanita menteri sosial pertama adalah Maria Oelfah
            Santoso  (HBS  KW  III)  yang  kemudian  pada  Kabinet  Pembangunan  V
            diduduki pula oleh Harjati Soebadio (HBS KW III). Beberapa siswa-siswi
            HBS KW III lain yang tercatat memegang jabatan menteri kabinet antara
            lain adalah Soemitro Djojohadikoesoemo (Menteri Perekonomian, Menteri
            Riset,  Menteri  Perdagangan),  Ali  Sastroamidjojo  (Menteri  Pendidikan,
            Perdana Menteri),  Suchjar  Tedjasukmana  (Menteri  Perhubungan),
            Chairoel Saleh (Menteri Pertambangan, Wakil Perdana Menteri), Achmad
            Astrawinata (Menteri Kehakiman), Sjarief Thajeb (Menteri Pendidikan),
            Harun Al Zain Rasjid   (Menteri Tenaga Kerja).
                Singkatnya  sekolah  ini  menyimpan  nilai  historis  dari  suatu  awal
            pendidikan  menengah  formal  pertama  di  bumi  Nusantara  dengan
            sistem pendidikan kolonial yang melahirkan manusia dengan kesadaran
            berbudaya dan berkebangsaan yang tinggi, yang mengasah kecerdasan
            bangsa dan tanpa disadari berperan dalam pembentukan jati diri bangsa,
            hingga melahirkan gerakan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.
                Keempat,  dilihat  dari  segi  sejarah  Perpustakaan  Nasional  R.I.,  bila
            bangunan ini dikaitkan  dan diletakkan  pada konteks masa kini, maka
            bangunan  ini,  setelah  127  tahun,  pada  saat  diresmikan  penggunaannya
            kembali, bukan sebagai sekolah, namun  sebagai gedung utama sebuah

            Tamara Adriani Salim                                          309
   324   325   326   327   328   329   330   331   332   333   334