Page 333 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 333

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            sesuai harapan, tetapi kualitasnya menyedihkan. Pada tahun 1860 sekolah
            lanjutan  pemerintah  pertama yang  dikhususkan untuk  golongan  Eropa
            dibuka di Batavia yaitu Gymnasium Willem III, sedangkan untuk kalangn
            Bumiputera dibukalah HIS (Holland Indlandsche School).
                Keenam, buku berjudul “Batavia: in nineteenth century photographs”.
            Buku ini berisi gambar-gambar dan informasi mengenai gedung-gedung
            yang  berada  di  Batavia  sebagai  bangunan  cagar  budaya, baik gedung
            pemerintahan, pendidikan, dan tempat-tempat umum. Salah satu gedung
            yang dijelaskan dalam buku ini adalh gedung sekolah HBS KW3.
                Ketujuh, buku berjudul “Bunga Rampai: pengalaman siswa sekolah
            menengah  zaman  kolonial”.  Buku  ini  berisi  tulisan-tulisan  yang  ditulis
            oleh mantan siswa KW3, yang tergabung dalam Yayasan Kawedri. Tulisan-
            tulisan yang terdapat dalam buku ini merupakan pengalaman yang berkesan
            dalam kehidupan sehari-hari setelah meninggalkan bangku sekolah KW3,
            tempat mereka menuntut ilmu sebagai the priviliged few dari bangsanya.
                Kedelapan, dokumen berjudul “Verslag der Plegtigheid van het leggen
            van den eersten steen van het hoofdgebouw van het Gymnasium Willem
            III  te  Batavia,  door  Zijne  Excellentie  den  Gouverneur  Generaal  van
            Nederlandsch-Indie CH s. F.Pahud, Op Dingsdag, Den 27stenNovember
            1860”.  Dokumen  ini  mengenai  penetapan  sekolah  Gymnasium  Willem
            III. Gymnasium Willem III, resmi dibuka pada 27 November 1860 oleh
            gubernur jenderal yang berkuasa pada masa itu yaitu CH.F. Pahud. Pada
            dokumen ini diberikan juga informasi mengenai pihak-pihak yang terlibat
            dalam pendirian sekolah Gymasium Willem III serta sejarah pembentukan
            sekolah Gymnasium Willem III.


                                  IV. TINJAUAN TEORI
                Teori makna simbolik yang digunakan dalam penelitian ini mengacu
            pada teori Hodder (1992: p. 10-20) dalam tulisan berjudul “Symbolism,
            Meaning and Context” yang terdapat pada buku Theory and Practice in
            Archaeology. Hodder menyebutkan bahwa benda materi hasil karya
            manusia tidak hanya dikaji asal-usulnya dari segi realita kandungan materi
            fisiknya saja sebagai sebuah hasil karya manusia namun perlu melihat makna
            dari materi budaya tersebut yang ada dalam kognisi manusia pendukung
            budaya yang menggunakannya. Dalam penelitian ini akan digunakan teori
            makna simbolik Hodder yang menganggap bahwa setiap benda atau materi
            hasil kegiatan manusia, memiliki makna yang dapat dilihat dari manusia
            pada zamannya dan pada zaman sesudahnya. Dalam upaya menemukan
            makna baru bagi masa kini, Hodder  mengusulkan untuk berpegang pada
            konteks dimana materi budaya itu pernah digunakan.


            Tamara Adriani Salim                                          313
   328   329   330   331   332   333   334   335   336   337   338