Page 336 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 336

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            KW III dengan apa yang ada dalam kognisi informan, disebut oleh Pierce
            sebagai representamen yang mewakili sesuatu yang lain yang ada di dalam
            kognisi atau pikiran manusia, yang nantinya akan dilihat sebagai makna.
            Proses pemaknaan ini dapat digambarkan sebagai berikut:
                       HBS KW III

                                          Teori         Teori        Teori

                                        interpretasi    makna        simbol
                                          Hodder       konotatif     Pierce
                                                        Barthes


                                        Selain yang nyata    Kognitif
                                        dari internal materi
                                       budaya, juga melihat   informan
                                           makna
                                         dibelakangnya   1,2,3 dst
                          Bagan 1.1 Tinjauan teori yang digunakan dalam proses analisis data.

                 Dalam penelitian ini agar dapat menginterpretasikan mentalitas dari
                                       Teori makna

            kognisi  informan  dan  tokoh-tokoh  yang  bersekolah  di  HBS  KW  III  dari
                                        konotasi
            dokumen yang ditemukan, maka digunakan acuan teori Fernand Braudel

                                        (sosial)
            (Lechte,  1994:  p.  89-93). Tulisan  Braudel  tentang  sejarah  Mediterranean
                                        Barthes

            mencakup tiga masa. Pertama adalah mengenai lingkungan alam

            (geographical  time).  Biasanya  lambat.    Perubahannya  tergantung  pada
            letak geografis atau lingkungannnya. Perubahannya lambat (longue durée/


                                        Teori makna
                    Teori
            long  span)  dan  berulang-ulang.  Kedua  adalah  mengenai  sejarah  sosial

                                                              Teori mentalité
                 representamen
                                         simbolik
            dan kultural. Perubahan masa ini biasanya lebih cepat (courte durée/short
                                                              Fernand Braudel
                                        Ian Hodder
                 (khususnya ttg
            span) dari masa pertama. Perubahan sekolompok manusia dan lainnya

                 symbol, tanda

            berhubungan  dengan  peradaban.  Perubahan  dapat  berlangsung  selama  2
                 konvensional)
            atau 3 abad, tergantung misalnya kejayaan kerajaan-kerajaan dan seterusnya.
                    Pierce

            Ketiga  adalah  mengenai  reaksi  sosial  atau  masyarakat  terhadap  suatu

            kejadian  peristiwa.  Perubahan  ini  tergantung  pada  masing-masing  orang.
                                      Teori Proxemics

            Disini  Braudel  membicarakan  tentang  peristiwa,  politik dan manusianya.
                                        E.T. Hall

            Hoed (2011: p.277) menjelaskan pemikiran Braudel dengan menulis bahwa


            “sejarah peristiwa bergerak cepat, tetapi sejarah mentalitas bergerak sangat

            lamban. Bahkan dapat dalam hitungan abad. Jadi mentalitas  merupakan ciri

            pembeda antarperadaban”.
                Selain itu untuk dapat menginterpretasikan  mengenai  makna
            proksemitas (proxemics) dari tata ruang bangunan HBS KW III ini maka
            digunakan  pemikiran  Edward  T. Hall  mengenai  semiotik  ruang  (space
            semiotics) dalam buku Analysis Culture (Danesi & Perron: p 185). Semua
            316         Nilai Maknawi Bangunan Sekolah Hogere Burgerschool Koning Willem III ...
   331   332   333   334   335   336   337   338   339   340   341