Page 340 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 340
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
yang dibawa dari rumah merupakan pegangan dasar yang membangun
pekerti seorang siswa dan menjadi karakter kuat baginya. Bangunan
sekolah yang berdiri setelah tahun 1897, berturut-turut adalah Carpentier
Alting Stichting (1902), Het Koningin Wilhelmina Instituut voor Hygiene
en Bacteriologie (1900an), Koningin Wilhelmina School (1906), dan
Rechts Hogeschool (1909), Ursulinen Instituut (1912), Geneeskundige
Hoogeschool (1916). Dengan demikian terlihat bahwa sekolah HBS KW
III ini memiliki citra sebgai pelopor sekolah merintis berdirinya sekolah
menengah lain bahkan sekolah setingkat perguruan tinggi seperti Rechts
Hogeschool, Geneeskundige Hoogeschool. Selain itu juga sekolah HBS
KW III memiliki citra sebagai perintis sebuah kawasan pendidikan serta
pencetak sisiwa dengan mutu hasil didikan terbaik.
Pada peta tahun 1921 keadaan sekeliling Salemba sudah mulai ramai
dipenuhi oleh bangunan-bangunan di sekelilingnya. Duapuluhempat
tahun setelah tahun 1897 kawasan sekitar sekolah HBS KW III ini sudah
berkembang menjadi kawasan perkantoran dan pemukiman yang penting
dan banyak diminati. Hal ini terbukti dari dibangunnya transportasi rel
kereta api yang melintang menghubungkan antara rel kereta api yang
sebelumnya sudah ada di Barat dan Timur sekolah HBS KW III ini. Rel
kereta api ini menghubungkan antara daearah Pegangsaan dan Salemba
lalu diteruskan ke arah Utara. Bangunan sekolah yang berdiri pada tahun
setelah 1921 adalah Sekolah Algemene Middlebaarre School Batavia
(1930) dan Canisius College HBS (1931). Hal ini menunjukkan bahwa
bangunan sekolah HBS KW III ini memiliki citra sebagai sekolah yang
memiliki sejarah pendidikan yang kuat sejak pertama berdirinya.
Pada tahun 1934, keberadaan sekolah HBS KW III ini diasumsikan
menghidupkan kawasan tersebut menjadi sebuah kawasan yang memiliki
karakter tersendiri, gambaran suasana lingkungan sekitar sekolah yang
ramai dengan berbagai transportasi seperti sepeda, mobil, trem, oplet,
cikar, dokar memberi ciri suasana di sekitar sekolah HBS KW III ini saat
itu. Sehubungan dengan gaya bangunan Indis yang dalam analisis hanya
ditemukan pada 1 buah sekolah, maka bangunan sekolah HBS KW III
memiliki citra sebagai sekolah berkarakter atap tradisional dengan teknik
brunjung bergaya Indis. Selain itu bangunan sekolah HBS KW III bergaya
Indis dicitrakan sebagai gaya bangunan yang langka keberadaannya pada
saat ini.
320 Nilai Maknawi Bangunan Sekolah Hogere Burgerschool Koning Willem III ...

