Page 193 - index
P. 193

BaB 6  |  Teori Sosial Postmodern

            lain (lihat Denzin & Lincoln, 2009: 740), sebagai suatu keterpaduan yang
            dibutuhkan untuk memahami realitas sosial yang plural.
                Dalam perkembangan teori postmodern yang lebih mutakhir, indi-
            kasi Mazhab Birmingham juga mulai banyak menyapa teori postmodern.
            Buku yang ditulis Angela McRobbie (1994) berjudul Postmodernism and
            Populer Culture (London: Routledge), yaitu salah satu contoh kajian yang
            berusaha memadukan postmodernisme dengan budaya pop. Penekanan
        Prenada Media Group
            studi budaya pada audiensi aktif, bacaan-bacaan perlawanan, teks opo-
            sisional, momen-momen utopian, dan seba gainya melukiskan suatu era
            di mana individu di dalamnya dilatih untuk menjadi konsumen media
                aktif,
            lebih luas, sesuai dengan kapitalisme global dan lintas bangsa baru de-
            ngan pilihan, produk, dan layanan konsumen yang lebih beragam. Dalam
            perkembangan pemikiran studi budaya yang menyapa teori postmodern,
            perbedaan diterima, dan ketidaksamaan, keberagaman, dan heterogeni-
            tas yang divalorisasikan dalam teori post modern yang menggambarkan
            proliferasi ke-liyan-an (otherness) dan mar ginalitas dalam suatu tatanan
            sosial baru yang berpijak pada prolife rasi keinginan dan kebutuhan kon-
            sumen (Ritzer & Smart, 2011: 803).
                Secara garis besar,  perkembangan postmodern dewasa ini paling
                  k      fase.  Pertama,
                    pengetahuan.  K
            kedua,  perkembangan teori postmodernisme secara empiris (Mirchan-
            dani,  2005).  P    pertama,
            epistemologi ditandai dengan pemikiran para teoretisi yang mengangkat
            persoalan,  atau mengkritik ilmu pengetahuan modern yang dibangun
            atas dasar asumsi ilmu pengetahuan alam, dan asumsi adanya kebenar-
            an universal. Adapun fase kedua, perkembangan teori postmodernisme
            secara empiris,  yaitu tahapan ketika beberapa teoretisi postmodernis
            berusaha melakukan perubahan pemikiran,  yaitu mencoba menakar
            kembali keberadaan dan dominasi konsep-konsep teori sosiologi yang
            klasik.  Jadi,        k      postmo
            ke ranah pembongkaran konsep-konsep sosiologi,  dan berkait dengan
                  empiris.  P    ini,
            yang kuat untuk menyatukan pemahaman postmodernis ke dalam teori



                                                                       181
   188   189   190   191   192   193   194   195   196   197   198