Page 189 - index
P. 189
BaB 6 | Teori Sosial Postmodern
Postmodern dinilai cenderung merelativisasi kebenaran, dan bahkan
merelativisasi semua nilai, sehingga postmodern dikritik sebagai bentuk
nihilisme. Pertama, nihilisme ini dihasilkan dari ketidakmampuan post-
modernisme dekonstruksionis dan postmodernisme post-strukturalis
untuk menetapkan batas-batas pada lingkup kritik radikal mereka atas
pengetahuan dan nilai. Kedua, ketergantungan postmodernisme pada
forma men-
Prenada Media Group
nihilistik. (1990), postmodern-
isme terhubung dengan ketidakmampuan untuk menjelaskan terjadinya
perubahan dan ketidakmampuan untuk menjelaskan mengapa perubah-
an diinginkan atau tidak diinginkan (Ritzer & Smart, 2011: 626).
Menurut Giddens, postmodern yaitu teori sosial yang salah dalam
tiga hal. Pertama, postmodern mengabaikan realitas institusional kehi-
dupan abad ke-21. Kedua, Postmodern keliru memandang individu
manusia tidak berdaya (tidak memiliki kekuasaan) ketika berhadapan
dengan pengaruh-pengaruh wacana, karena manusia sesungguhnya
bukanlah subjek yang mati (dualitas struktur atau strukturasi). Ketiga,
postmodern tidak bisa memberikan kontribusi yang berguna bagi mem-
ba ngun dunia kita yang lebih aman dan lebih baik, karena ia menolak
bahwa kita (manusia) memiliki kapasitas untuk mengetahui bagaimana
segala sesuatu itu sesungguhnya ada (Jones, 2009: 254).
Secara lebih perinci, beberapa kritik yang dilontarkan berbagai pi-
hak kepada teori postmodern sebagai berikut (Ravo, 2007: 210-211):
Pertama, teori postmodern dikritik karena ia gagal berbuat sesuatu
sesuai standar ilmiah modern yang dihindari oleh postmodern. Menu-
rut pendukung teori modern yang berorientasi ilmiah, mustahil untuk
mengetahui apakah pandangan postmodern itu benar atau tidak karena
tidak didukung oleh penelitian empiris. Kedua, teori postmodern lebih
mudah dilihat sebagai ideologi karena tidak ada bukti-bukti saintiik.
Oleh sebab itu, persoalannya bukan lagi apakah ide itu benar atau tidak,
melainkan apakah ide itu bisa dipercayai atau tidak. Orang yang percaya
kepada seperangkat ide tidak mempunyai dasar untuk mengatakan bah-
wa ide mereka lebih baik daripada ide-ide lainnya. Ketiga, dalam anali-
sisnya teori sosial postmodern sering kali melancarkan kritik terhadap
masyarakat modern. Namun kritik-kritik itu dapat dipertanyakan vali-
177

