Page 191 - index
P. 191

BaB 6  |  Teori Sosial Postmodern

            teoretisi  postmodern  untuk  terus  mengembangkan  diri.  Griselda  Pol-
            lock (2007) menyatakan bahwa salah satu peluang yang dikembangkan
            teori sosial postmodern untuk tetap eksis yaitu bagaimana mengem-
                        transdisiplin,
            dalam rangka menyikapi perkembangan masyarakat yang makin cair di
            era postmodernitas. Sosiologi, informatika, estetika, dan analisis budaya
            adalah berbagai bidang ilmu yang seharusnya saling menyapa dan men-
        Prenada Media Group
            jadi kerangka analisis yang sifatnya transdisiplin agar dapat memberi-
            kan analisis yang benar-benar kontekstual.
                Sebagai suatu pemikiran ilsafati dan teori sosial, postmodern diakui
            atau tidak berhasil menawarkan fokus kajian dan perspektif yang berbe-
            da untuk memahami perkembangan terbaru masyarakat kontemporer.
            Dalam pandangan teoretisi postmodern,  era postmodernisme adalah
            era kontemporer yang ditandai dengan terjadinya delegitimasi terhadap
            narasi besar peradaban Barat,  hilangnya keyakinan pada kekuatan ra-
            sio, dan hancurnya ortodoksi keagamaan tradisional. Sasaran kritik teori
            sosial postmodern diarahkan untuk mendekonstruksi metanarasi Barat
            tentang kebenaran dan etnosentrisme yang tersirat dalam pandangan
            orang-orang Eropa tentang sejarah sebagai gerak maju unilinier univer-
            sal (Denzin & Lincoln, 2009: 178).
                Dalam usahanya memahami realitas masyarakat postmodernitas,

            monolitik yang tunggal yang mengacu pada grand narrative yang popu-
            ler. Sejak awal kelahirannya, teori postmodern telah menyadari bahwa
            salah satu bahaya yang dihadapi ilmu sosial normalisasi dan domina-
            si,  karena cenderung menyingkirkan aspek sosial yang berada di luar
              rasionalitasnya.  P
              (Comte),  eidos  (fenomenologi),    (herme neutik),    tin-
            dakan sosial (teori tindakan), dalam pandangan teoretisi sosial postmo-
            dern cenderung menyingkirkan atau meminggirkan yang lain sebagai
                  k  (Hardiman,    189),
                  k      monolitik.    se-
            perti inilah yang ditolak teori sosial postmodern.
                Bagi teoretisi sosial postmodern, yang penting bukanlah pendekat-
            an dan metode tunggal apa yang seharusnya dipakai untuk menemukan



                                                                       179
   186   187   188   189   190   191   192   193   194   195   196