Page 64 - index
P. 64
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
makin banyak dan meluas. Menurut data yang ada, bila pada 1998 hanya
0,26% penduduk yang menggunakan internet, maka pada tahun 2008
jumlah pengguna internet telah melonjak menjadi 10,5% atau 25 juta
orang, dan terus meningkat menjadi 18,5% atau 45 juta orang pada
tahun 2010 (Armando, Prisma Vol. 30-2, 2011: 90). Di berbagai mal, kita
dengan mudah melihat munculnya gerai-gerai handphone, komputer,
dan perangkat teknologi informasi terkini yang menawarkan aneka
Prenada Media Group
ragam pilihan yang luar biasa banyak, dengan harga yang beraneka
ragam pula. Dalam konteks ini, karena digital natives tumbuh dalam per-
kembangan dan kecanggihan teknologi informasi, termasuk internet,
maka bisa dikatakan “technology is like the air” bagi mereka. Ungkapan
ini tidak berlebihan, sebab bagi generasi muda di Indonesia saat ini yang
namanya komputer, laptop, handphone, internet, dan bahkan iPod atau
iPad sudah tidak lagi merupakan hal yang asing.
Bagi remaja urban, kehadiran berbagai perangkat teknologi informasi
dan internet, diakui atau tidak sebetulnya telah banyak mendatangkan
manfaat dan keasyikan tersendiri. Tetapi di sisi lain, kehadiran teknologi
informasi diakui atau tidak telah terbukti mengubah segala sesuatu di
dalam dunia di mana digital natives dilahirkan dan tinggal. Paul DiMa-
gio et al. (2001), misalnya, menggambarkan bahwa internet atau jeja-
ring komputer di dunia maya memiliki potensi untuk secara radikal
mengubah tidak hanya bagaimana cara seseorang bertransaksi bisnis
dengan orang lain, tetapi juga esensi atau hakikat keberadaan manusia
di dalam lingkungan masyarakat.
Wilson (2000) mencatat paling tidak ada tiga karakteristik digital
natives atau net generation yang merupakan bagian dari komunitas vir-
tual di cyberspace, yang membedakannya dengan komunitas tatap muka,
yaitu: (1) liberty, kebebasan dari kondisi sosial geograis yang membatasi
identitas yang melekat pada diri seseorang; (2) equality, penghilangan
hierarki yang berhubungan identitas yang melekat, jadi komunitas dapat
terbuka terhadap segala hal; dan (3) fraternity, hubungan yang terbentuk
antar-anggota dalam komunitas tersebut. Sementara itu, Tambyah
inter-
net: (1) space/time compression, di mana internet memungkinkan sese-
orang untuk berkomunikasi dengan cepat meskipun berada di tempat
52

