Page 60 - index
P. 60
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
yang ingin mempertahankan status quo mereka (Hardiman, 2010).
Meski dengan kadar yang berbeda-beda dan terkadang juga luktu-
atif, media massa dan ruang publik yang muncul di era masyarakat
post-industrial, pada akhirnya makin kehilangan peran idealnya sebagai
sarana untuk membangun dan mngembangkan demokrasi deliberatif,
karena di sana yang terjadi bukanlah dialog dan proses pencerdasan
publik, melainkan yang terjadi justru metamorfose peran media massa
Prenada Media Group
dan ruang publik menjadi ladang persemaian bagi pertumbuhan hasrat
untuk konsumtif dan mengejar impian sebagai bagian dari masyarakat
urban yang selalu ingin tampil trendy dan berkelas. Dalam kenyataan,
tidak sekali dua kali anak muda yang menjadi bagian dari digital natives
berselancar di dunia maya bukan untuk mencari informasi kritis atau
ingi n menyampaikan aspirasi politiknya, berkomentar tentang sesuatu
hal yang dirasakan melanggar hak asasi atau tidak adil, melainkan yang
dilakukan yaitu berselancar di dunia maya mencari informasi produk
industri budaya terbaru, melihat sejenak infotainment tentang berita
artis idola nya, atau sekadar chatting dengan kenalannya di dunia maya
sembari menghabiskan waktu karena jenuh tugas-tugas belajar dari
gurunya.
Menurut Habermas, dalam perkembangan masyarakat post-indus-
trial, demokrasi deliberatif sesungguhnya dibutuhkan untuk mendorong
perkembangan masyarakat madani, dan menjadi suatu desakan untuk
membuka ruang dan kanal komunikasi politik dengan memerhatikan
pluralitas etnis, religius, dan politis. Seperti dikatakan Reiner Forst
(1994), dalam demokrasi deliberatif, yang penting bukanlah jumlah ke-
hendak individual dan juga bukan suatu “kehendak umum” yang meru-
pakan sumber legitimitas, melainkan sumber legitimasi itu, yaitu proses
formasi deliberatif, argumentatif-diskursif suatu keputusan politis yang
ditimbang bersama-sama, yang senantiasa bersifat sementara dan ter-
buka atas revisi (Hardiman, 2009: 130). Dengan membangun ruang pub-
lik yang konstruktif dan produktif, sesungguhnya akan dapat didorong
perkembangan demokrasi deliberatif yang menempatkan masyarakat—
termasuk digital natives—sebagai subjek perubahan dan motor pemba-
ngunan.
Di atas kertas, media massa dan internet memungkinkan pemberda-
48

