Page 56 - index
P. 56
Perkembangan Masyarakat Informasi & Teori Sosial Kontemporer
landasan bagi seluruh kehidupan sosiokultural maupun bagi seluruh
ilmu manusia. Tindakan komunikasi yang bebas distorsi atau komuni-
kasi tanpa paksaan merupakan kunci untuk membebaskan manusia dari
dominasi, eksploitasi, dan penderitaan.
Ketika berbicara tentang tindakan komunikatif, Habermas menjelas-
kan arti penting rasionalisasi. Inti dari tindakan komunikatif yaitu ra-
sionalisasi yang akan melahirkan emansipasi; menghapus hambatan-
Prenada Media Group
hambatan komunikasi agar dapat dilakukan komunikasi yang bebas dari
dominasi, bebas dari distorsi, dan terbuka. Dalam teorinya, Habermas
menekankan rasionalitas yang inheren dalam kepentingan praktis dan
emansipatoris. Dia menegaskan bahwa dasar rasional untuk kehidup-
an bersama hanya dapat diraih ketika hubungan sosial diatur menurut
prinsip bahwa validitas konsekuensi politis tergantung pada kesepakat-
an yang dicapai dalam komunikasi yang bebas dari dominasi.
Habermas adalah seorang pembela proyek modernitas yang tidak
terlepas dari zaman Pencerahan. Pembelaan ini didasarkan atas dasar-
dasar yang universal. Pencerahan, bagi Habermas, yaitu penanda kesa-
daran bahwa kemampuan berkomunikasi rasional akan membedakan
manusia dari selainnya. Habermas berpandangan bahwa dunia dewasa
ini terdiri dari ragam ideal kehidupan dan orientasi nilai yang saling
bersaing, yang karena pengaruh batas-batas bahasa dan institusi, hanya
beberapa di antaranya yang mencapai wilayah publik luas. Untuk itu,
bagi Habermas, dibutuhkan teori moral normatif. Kondisi modernitas, di
mana ideal individu begitu beragam sehingga etika tidak lagi bisa me-
maksakan suatu nilai tertentu, membutuhkan prosedur tertentu untuk
menyelesaikan konlik. Agar bisa memenuhi tuntutan moral, prosedur
dimaksud harus didasarkan pada prinsip bahwa semua manusia harus
saling menghormati sebagai pribadi yang merdeka dan setara.
Proses komunikasi dan perdebatan dalam ruang publik, menurut
Habermas idealnya harus dilakukan dalam kondisi komunikasi ide-
al—di mana di dalamnya tidak ada satu pun pihak yang boleh dibiar-
kan melakukan cara-cara manipulasi, pemaksaan dan dominasi. Tetapi
dalam kenyataan, dalam proses komunikasi yang berkembang di ma-
syarakat biasanya sering terjadi yaitu distorsi, seperti tekanan, ancam-
an, atau paksaan yang menyebabkan komunikasi menjadi tidak lancar
44

