Page 180 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 180

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            pelaku  perempuan  dengan  melemparkan  hinaan  dan  cacian.  Kasus  lain
            yang  melibatkan  kekerasan  non  fisik  terhadap  perempuan  adalah  kasus
            yang baru-baru ini mencuat, yaitu hinaan selebriti bernama Galih Ginanjar
            terhadap mantan istrinya Fairuz A Rafiq, dimana dia membeberkan opini-
            opini menyudutkan tentang rumah tangganya dulu bersama wanita tersebut.
            (Suara.com, 2019).
                Dalam posisi di bidang teknologi informasi nyatanya laki-laki masih
            menjadi pemegang utama. Kepemilikan Bill gates atas perusahaan besar
            Microsoft, Facebook sebagai media sosial yang sempat memiliki pengguna
            terbanyak  dimiliki  oleh  Marck  Zuckerberg,  Google  yang  dikelola  oleh
            Larry page dan Sergey Brin, hal itu membuktikan bahwa bahkan teknologi
            informasi  yang  digunakan  masyarakat  saat  ini  dipegang  oleh  laki-laki.
            Sedangkan posisi wanita dalam bidang ini belum benar-benar menunjukkan
            eksistensinya. Seperti yang dikatakan oleh Allen et al dalam McGowan et.
            al (2012) bahwa umumnya posisi wanita dalam berkarir lebih dikenal di
            area-area retail, dan masih belum terlalu dikenal pada bidang-bidang yang
            didominasi oleh laki-laki seperti dalam bidang keilmuan, hingga teknologi.

                                      IV. PENUTUP
                Perbedaan  gender dapat  berimplikasi  pada  peran-peran  laki-laki
            dan perempuan di sektor publik dan domestik dalam masyarakat. Peran-
            peran gender antara laki-laki dan perempuan terjadi melalui proses yang
            panjang. Pembentukan gender ditentukan oleh sejumlah faktor yang ikut
            membentuk,  kemudian  disosialisasikan,  diperkuat,  bahkan  dikonstruksi
            melalui sosial atau kultural, dilanggengkan oleh interpretasi agama dan
            mitos-mitos,  seolah-olah  telah  menjadi  keyakinan.  Pada  masyarakat
            informasi, hal tersebut mengakibatkan adanya ketidak adilan gender baik
            pada laki-laki maupun pada perempuan. Adanya dominasi laki-laki dalam
            kepemilikan, penguasaan, pengelolaan teknologi informasi menyebabkan
            posisi  laki-laki  lebih  tinggi  dibandingkan  perempuan.  Oleh  karena  itu,
            diperlukan perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat terhadap peran-
            peran sosial laki-laki dan perempuan sehingga akan tercapai kesetaraan
            dan keadilan gender.














            160                                      Informasi dan kesenjangan Gender
   175   176   177   178   179   180   181   182   183   184   185